Sabtu, 22 Januari 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CARSINOMA RECTI


A.  Pengertian Carsinoma Recti
            Carsinoma recti adalah keganasan yang menyerang pada daerah rektum. Keganasan ini banyak menyerang laki-laki usia 40-60 tahun, jenis keganasan yang terbanyak adalah adenoma carsinoma 65%.

B.  Etiologi
            Pada dasarnya penyebab timbulnya carsinoma recti sampai sekarang belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang menjadi pendukung timbulnya kanker recti, seperti: polipotus, familial, defisiensi imonologik, kolitis, Ulserasi, granulomatis kolitis. Insiden keganasan ini diberbagai daerah berbeda dan ternyata ada hubungannya dengan faktor lingkungan terutama kebiasaan makan (diit). Masyarakat yang diitnya rendah selulosa tinggi protein hewani dan lemak mempunyai insiden yang tinggi terjadinya kanker recti, sebaliknya masyarakat yang diitnya banyak mengandung serat, insiden terjadinya carsinoma recti rendah.

C.  Patofisiologi
            Proses keganasan mulai dari dalam sel-sel yang melapisi dinding usus. Tumor terjadi pada daerah yang berbeda-beda di dinding usus besar dalam proposi perkiraan berikut 16% pada kolon asenden, 8% pada kolon transversal, 20% - 30% pada kolon desenden dan sigmoid, serta 40% - 50% pada rektum.
            Hampir semua kanker rektum berkembang dari polip ademotosa. Kanker biasanya tumbuh tidak terdeteksi hingga gejala-gejala secara perlahan-lahan dan sifatnya berbahaya terjadi. Secara lokal kanker rektum biasanya menyebar lebih kedalam lapisan-lapisan dinding perut, yang dimulai dari orang-orang lain yang berdekatan. Kanker ini membesar atau menyebar melalui sistim sirkulasi yang masuk dari pembuluh-pembuluh darah. Tempat-tempat metastase yang lain adalah termasuk kelenjar-kelenjar adrenal, ginjal, kulit, tulang dan otot.


            Disamping penyebaran secara langsung melalui sistim sirkulasi dan lymphatik, kanker rektum juga menyebar melalui peredaran peritoneal. Penyebaran terjadi ketika kanker diangkat dan sel-sel kanker berpisah dari kanker dan menuju lubang peritonial.

D. Tanda dan Gejala
              Adapun tanda yang mungkin dialami pada pasien dengan carsinoma recti, kembung, fases yang kecil atau bentuk pita, adanya mukus dan darah yang segar pada fases.
             Gejala tergantung dari lokalisasi, jenis keganasan penyebaran dan komplikasi yang terjadi. Jenis pertumbuhan adenocarsinoma rektum sangat lembat, diperkirakan untuk mencapai dua kali lipat membutuhkan waktu 620 hari dan biasanya bersifat asimlomatik. Kanker yang terletak pada rektum dapat menimbulkan tenesmus dan keinginan defakasi yang terus menerus.
              Metastase besarnya kelenjar regional dahulu yang sulit diraba dari luar. Metastase kehati menimbulkan pembesaran hati yang berbenjol-benjol, nyeri tekan dan juga bisa terjadi ikterus. Metas tase ke paru-paru dapat menimbulkan batuk, akan tetapi hal ini jarang terjadi.

E.  Komplikasi
      Komplikasi yang terjadi akibat adanya kanken rektum adalah :
a.   Terjadinya osbtruksi pada daerah pelepasan
b.   Terjadinya perforasi pada usus
c.   Pembentukan pistula pada kandung kemih atau vagina.
            Karsinoma rektum dapat menyebabkan terjadinya ulserasi atau perdarahan, menimbulkan onbstruksi bila membesar, atau menembus vagina (invasi) keseluruh dinding usus dan kelenjar-kelenjar regional.
      Adapun komplikasi selain terjadinya obstruksi, perforasi yaitu pendarahan dan penyebaran ke organ yang berdekatan.


F.   Pemeriksaan
1)   Pemeriksaan fisik pada kanker rektum dengan “renal toucher” yang bisa diketahui :
a.   Tenus spinterani keras atau lembek
b.   Mukosa kasar, kaku dan biasanya tidak bisa digeser
c.   Ampula rektum kolaps atau kembung atau berisi feses
            Kanker mungkin teraba mungkin juga tidak teraba, yang perlu dinilai adalah jarak dan garis ano-rektal sampai kanker, lokasi pada jam berapa, penggerakan dari dasar, permukaan lumen yang dapt ditembus jari, batas batas dan jaringan sekitarnya.
2)   Pemeriksaan laboraturium
a.   Tinja : adalah daerah makroskopi atau mikroskopi atau darah samar (accolt blood)
b.   CEA : Carsinoma Embrionic Antigen
3)   Pemeriksaan Radiologis
      Perlu dilakukan dengan cara pemeriksaan dengan kontras ganda (double tontrast). Dengan cara ini lesi-lesi kecil dapat ditemukan.
4)   Pemeriksaan Anoskopi
      Dengan pemeriksaan ini kanker dapat terlihat secara langsung.
5)   Ultrasonografi
            Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui adanya metastase kanker ke hati.

G.  Penatalaksanaan
1)   Pilihan utama pada kanker rektum adalah dengan jalan pembedahan kolostomi
a.       Pengertian Colostomi
      Sebuah lubang yang dibuat oleh dokter ahli melalui dinding abdomen ke dalam kolom iliaka   atau asenden yang bersifat sementara atau permanen untuk mengeluarkan feses.
Lubang yang dibuat melalui dinding abdoimen ke dalam kolon iliaka atau asenden tempat untuk mengeluarkan fases.
      Pembukaan sementara atau permanen dari usus besar melalui dinding perut untuk mengeluarkan tinja.
Kolostomi adalah tindakan pembedahan dimana sebagian usus besar dijahitkan pada dinding perut, dimana lubangnya dibuat sedemikian rupa sehingga tinja terdorog untuk keluar.
      Kolostomi adalah membuat lubang yang bersifat sementara atau tetap pada usus besar menembus permukaan abdomen sebagai pemindahan jalan keluar fecers. Lokasi anatominya pada colon cicenden, transversal atau sigmoid, kolotomi dikerjakan pada penyakit peradangan, cacat bawaan, kanker, obser, fistula, onstruksi dan perforasi.
b.      Jenis-jenis kolostomi
      Tindakan kolostomi yang dilakukan ada 2 macam yaitu :
1.   Kolostomi Permanen
      Jenis kolostomi dilakukan bila kolon atau rectum pasien dibuang, karena ada kanker pada kolon atau rectum. Kolostomi ini disebut juga dengan kolostomi ujung atau single barrel karena dilakukan pada salah satu ujung dari kolon dan kolostomi ini mempunyai satu lubang.
2.   Kolom Temporer
      Kolostomi ini bersifat hanya sementara dan dilakukan untuk mengalihkan facces, untuk kemudian ditutup kembali. Kolostomi ini terdiri dari 2 lussing atau double barrel.
c.       Indikasi dilakukan Kolostomi
Tindakan kolostomi seringdilakukan pada pasien dengan difertikulitis yang sudah mengalami komplikasi seperti pendarahan hebat, perforasi dan obses, sehingga untuk mengalihkasn jalannya feces dilakukan kolostomi.
      Kolostomi sering dilakukan pada pasien dengan karsinoma kolon. Karsinima tersebut dapat memenuhi atau melingkari kolon menyebabkan obstruksi pada kolon, akhirnya penderita mengalami kesulitan untuk buang air besar atau kostipasi usus.
d.      Komplikasi Kolostromi
Suatu tindakan pada pembedahan yang dilakukan pada pasien tidak jarang akan menimbulkan komplikasi.
1.      Obstruksi, terjadi karena perlengketan atau sumbatan oleh makanan.

2.   Infeksi pada luka, merupakan suatu komplikasi dari tindakan kolostomi yang sering terjadi, karena terkontaminasi oleh tinja yang mengandung bakteri.
3.   Retraksi stoma penyekat antara kantong atau kolostomi bagian dengan stoma, juga karena adanya jaringan sekat yang terbentuk disekitar stoma yang mengkerut
2)   Radiasi
      Dilakukan sebelum pembedahan, Radiasi paska bedah diberikan jika
      a. Setelah kanker menembus tunika muskularis propia
      b. Metastase kelenjar limpha regional
      c. Masih ada sisa-sisa sel kanker yang tertinggal, tetapi belum metastase
3)   Pemberian obat Sitostatika

B. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PRA BEDAH ( CA RECTI )

No
Diagnosa Keperawatan/
 Masalah kolaborasi

Rencana


Keperawatan





Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi
1.




















2.













3.





























3.
























4.








































1.














2.





























3.






















4.
























4.

















5.

Konstipasi berhubungan dengan  obstuksi : tumor/cancer



















PK : perdarahan













Nyeri cronis berhubungan dengan agen injuri fisik




























Ketidak seimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan pemasukan,  mencerna, mengabsorbsi zat2 gizi




















Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan ttg penyakitnya.




































RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PASCA OPERASI ( CA RECTI )

PK : perdarahan














Nyeri acute berhubungan dengan agen injuri fisik : post op




























Gangguan pola tidur berhubungan dengan kecemasan,nyeri





















Gangguan konsep diri berhubungan dengan  kerusakan/gangguan fungsi























Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengobatan/medikasi















Resiko infeksi berhubungan dengan penyakit kronis, prosedur invasive, paparan ling patogen
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien menunjukkan kenyamanan dalam eliminasi.


















Perawat dapat meminimalkan perdarahan dan mencegah komplikasi :
-          tidak terjadi perdarahan
-          vital sign normal
-          Anemis (-)








Setelah dilakukan tindakan keperawatan :
-          Skala nyeri berkurang ( Skala nyeri Spesifik 1-10 )
-          Pasien dapat mengontrol nyeri
-          Pasien merasa nyaman























Setelah dilakukan tindakan keperawatan :
-          Status nutrisi pasien seimbang





















Setelah dilakukan tindakan keperawatan :
-          Pasien dapat mengontrol cemas
-          Coping effective
-          Tidak ada perubahan tingkah
-          Pengetahuan meningkat


































Perawat dapat meminimalkan perdarahan dan mencegah komplikasi :
-          tidak terjadi perdarahan
-          vital sign normal
-          Anemis (-)









Setelah dilakukan tindakan keperawatan :
-          Skala nyeri berkurang ( Skala nyeri Spesifik 1-10 )
-          Pasien dapat mengontrol nyeri
-          Pasien merasa nyaman























Setelah dilakukan tindakan keperawatan istirahat pasien cukup, tidak ada kesulitan untuk tidur




















Setelah dilakukan tindakan keperawatan
-          Pasien menunjukkan penerimaan terhadap keadaannya
-          Ps kembali bersosialisasi dgn orla


















Setelah dilakukan tindakan keperawatan
-          Tidak terjadi kerusakan integritas kulit
-          Pasien menunjukkan perilaku dalam mencegah masalah kerusakan intergritas kulit











Setelah dilakukan tindakan keperawatan :
-          Bebas dari tanda-tanda infeksi
-          Suhu / TTV dalam batas normal

Management constipasi :
-          kaji penyebab konstipasi ps
-          Observasi kebiasaan eliminasi pasien               ( frekuency, consistensi, kebiasaan/habit, pemakaian obat-obatan pencahar, diet dll ).
-          Lakukan pemeriksaan fisik berkaitan dengan kosnstipasi ( peristaltic    dll )
-          Jelaskan penyebab konstipasi pada pasien.
-          Berikan diit fiber untuk mengurangi konstipasi.
-          Kolaborasi dg dokter berkaitan dengan konstipasi ps

-          Monitor keadaan umum pasien
-          Monitor tanda-tanda vital
-          Monitor jumlah perdarahan pasien saat BAB
-          Awasi jika terjadi anemi
-          Kolaborasi dengan dokter mengenai masalah yang terjadi berhubungan perdarahan : pemberian tranfusi, medicasi dll.


·         Management nyeri :
-          kaji pengalaman nyeri pasien sebelumnya,gali pengalaman klien tgg nyeri dan tindakan apa yang dilakukan klien untuk mengatasinya.
-          Kaji intensitas, carakteristik, onset, durasi.
-          Monitoring vital sign
-          Monitoring respon verbal/non verbal
-          Jelaskan pada pasien kenapa nyeri saat BAB
-          Bantu dan fasilitasi ps saat eliminasi
     Control pain :
-          Ajarkan teknik relaksasi/distraksi
Management terapi :
-          Kolaborasi pemberian  analgetik

·   Management lingkungan :
-          ciptakan lingkungan yang tenang dan kondusif



Pengelolaan nutrisi :
-          Kaji status gizi pasien, BB dan TB
-          Kaji kebiasaan makan sebelum dan sesudah sakit
-          Kaji keluhan dan penyebab pasien mengalami gangguan nutrisi
-          Tanyakan pada pasien makan kesukaannya
-          Monitor asupan akan kandungan nutrisi dan kalori
-          Bantu pemberian makanan+ cairan
-          Anjurkan pasien makan sedikit ttp sering + hangat
-          Kolaborasi pemeriksaan albumin serum
-          Kolaborasi dengan ahli gizi



Pendidikan kesehatan :
-          kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga ttg penyakitnya.
-          Berikan penjelasan ttg penyakitnya ex : definisi, penyebab, jalannya penyakit, tanda dan gejala juga prosedur yang akan dilakukan selama pengobatan dan perawatan.
-          Klarifikasi apakah pasien sudah paham dengan penjelasan yang diberikan.
Menurunkan cemas / anxiety reduction :
-          kaji perasaan cemas pasien.
-          Kaji penyebab cemas pasien
-          Monitor tanda kecemasan baik dari verbal dan non verbal
-          Dengarkan keluhan pasien ttg keadaannya
-          Dampingi pasien dan beri penjelasan sesuai yang dibutuhkan
-          Beri support mental
-          Conseling
-          Peningkatan koping
-          Ajarkan tehnik distraksi
Kolaborasi pemberian medicasi untuk cemas pasien ( jika diperlukan )





-          Monitor keadaan umum pasien
-          Monitor tanda-tanda vital
-          Monitor jumlah perdarahan pasien dari daerah pembuatan stoma
-          Kaji kondisi luka post operasi
-          Awasi jika terjadi anemi
-          Kolaborasi dengan dokter mengenai masalah yang terjadi berhubungan perdarahan : pemberian tranfusi, medicasi dll.

·         Management nyeri :
-          kaji pengalaman nyeri pasien sebelumnya,gali pengalaman klien tgg nyeri dan tindakan apa yang dilakukan klien untuk mengatasinya.
-          Kaji intensitas, carakteristik, onset, durasi.
-          Monitoring vital sign
-          Monitoring respon verbal/non verbal
-          Bantu pasien dalam perawatan diri dan mobilisasi
-          Atur posisi yang dianggap nyaman oleh klien
     Control pain :
-          Ajarkan teknik relaksasi/distraksi
Management terapi :
-          Kolaborasi pemberian opioid analgetik

·   Management lingkungan :
-          ciptakan lingkungan yang tenang dan kondusif


-          Kaji kebiasaan tidur pasien sebelum dan sesudah sakit
-          Kaji tingkat kecemasan dan nyeri ps
-          Beri penjelasan pada ps mengenai permasalahan ps
-          Beri suppor mental
-          Ajarkan tehnik distraksi
-          Anjurkan ps untuk menghindari makan yang mengganggu tidur ps
Management lingkungan :
-          Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
-          Batasi jumlah pengunjung saat ps akan beristirahat
Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat analgetik sblm tidur


-          kaji koping pasien saat pemecahan masalah
-          kaji adanya prilaku anger, depresi akibat masalah yang dihadapi.
-          Bina hubungan saling percaya
-          Ajak pasien untuk berdiskusi dan mengungkapkan perasaannya
-          Jangan lakukan percakapan jika ps tidak ingin membicarakannya
-          Beri support mental/ penguatan
-          Ajak keluarga untuk tetap bersikap seperti saat ps blm sakit.

Health education

-          Jelaskan prosesur dan penyakit pasien. Beri contoh +/- jika prosedur tsb tidak dilakukan

Perawatan daerah insisi :
-          observasi luka insisi
-          Observasi kerusakan integritas kulit  ( warna, suhu, nyeri dll
-          Lakukan perawatan kolostomi dengan benar
-          Pertahankan daerah stoma untuk tetap kering
-          Olesi sekitar stoma dgn salep  bila terjadi iritasi
-          Pastikan plastik stoma melekat kuat dan tidak bocor.
-          Ganti plastik stoma bila kotor/sesuai kebutuhan.


Control infeksi :
-          Kaji pengetahuan pasien dan keluarga ttg infeksi.
-          Berikan hygiene yang baik
-          Jelaskan pada ps & kel ttg tanda2 infeksi
-          Anjurkan keluarga untuk selalu menjaga kebersihan ling dan personal
Proteksi infeksi :
-          Monitor tanda dan gejala infeksi
-          Amati faktor yang dapat menyebabkan infeksi
-          Pantau tanda2 vital
-          Cuci tangan sebelum dan sesuadah melakukan perawatan
-          Lakukan perawatan luka dgn prinsip steril
-          Kolaborasi pemberian antibiotik bila diperlukan
Management lingkungan :
-          Jaga kebersihan ling sekitar ps
-          Batasi jumlah pengunjung
Pendidikan kesehatan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

blogger by Febtaris Nursuparyanto | Make Money Online